Posted in Uncategorized

zero waste, by zero waste adventurer

14-08-2019

hari ini di semi palar, kak siska nirmala, seorang zero waste adventurer, akan bercerita tentang pengalaman-pengalamannya bertualang dengan menerapkan “zero waste”.

setelah memperkenalkan dirinya dan bercerita sedikit bahwa dia adalah zero waste adventurer, kak siska menjelaskan..

apa itu “zero waste”?

“zero waste” -> 0 sampah

ya.. kalau di artikan secara simple, zero waste artinya menghasilkan 0 (nol) sampah.

pertama kali mendengarnya mungkin terasa tidak mungkin bisa menjalaninya, karena dengan banyaknya plastik yang kita perlukan dalam kehidupan sehari-hari.

contoh: makanan dalam kemasan, botol minuman instan, dll.

banyaknya sampah botol plastik yang dihasilkan
Image by Matthew Gollop from Pixabay

memang terkesan sangat praktis menggunakan produk-produk yang menggunakan plastik di dalam kehidupan sehari-hari. kepraktisannya, mudahnya dibawa-bawa juga sangat bermanfaat untuk kegiatan sehari-hari.

..tapi, juga ada dampak berkepanjangannya:

  • plastik akan menjadi sampah yang akan hanya dibuang (tidak bisa diurai), jika tidak terurai, bisa menjadi sampah-sampah yang menumpuk
  • keadaan yang ada sekarang, bahwa banyak tpa (tempat pembuangan akhir) yang overload/kepenuhan dengan sampah-sampah
  • dampak-dampak yang bisa mengenai makhluk hidup lain..
salah satu dampak sampah plastik pada kehidupan di laut..
Image by Pete Linforth from Pixabay

“zero waste” adalah salah satu cara untuk kita mengurangi penghasilan sampah.

contoh zero waste di kehidupan sehari-hari:

salah satu contoh ber-zero waste yang kak siska berikan adalah di lingkungan pasar, menghindari penggunaan plastik saat berbelanja dengan cara membawa kantong belanja sendiri.

tapi, ada penjual yang masih mengalami “shock culture”. dimana mereka menolak menaruh belanjaan-belanjaan di kantong belanja yang kita bawa sendiri, dan tetap menggunakan kantong plastik. karena, mereka beranggapan bahwa kantong belanja itu tidak kuat untuk ditaruh belanjaan-belanjaan yang berat dan banyak.

kesimpulan…

budaya zero waste memang tidak mudah, disebabkan dari faktor diri sendiri, juga orang lain.. dikarenakan juga kebiasaan-kebiasaan melibatkan plastik yang membuat segalanya praktis di dalam kehidupan sehari-hari.

dengan memulainya dari diri sendiri terlebih dahulu, menjalaninya secara konsisten, lama-kelamaan “efek domino” nya akan mempengaruhi kita, yang akhirnya bisa menjadi kebiasaan.

dengan zero waste, kita sudah membantu lingkungan kita mengurangi sampah dalam jumlah yang banyak.

  • bisa disebar luaskan, tapi baiknya kebiasaan ini kita mulai dari diri sendiri dulu.

kita juga bisa mencari refrensi cara menerapkan zero waste dalam kehidupan kita sehari-hari, bisa dengan cara:

  • mempelajarinya dari kegiatan sehari-hari/di sekitar kita,
  • mengenal lebih dalam tentang “zero waste”,
  • bahkan bisa juga mencari refrensi tentang zero waste dengan browsing.

thanks for reading (:

zero waste.

Author:

Writing for fun, here @ WordPress. Let's go in to the adventure.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s