Posted in Uncategorized

zwc, zero waste city

24 September 2019

pada hari ini, menuju kantor ypbb di bandung, mencari informasi lebih lanjut mengenai program “zero waste city” yang ypbb bentuk.

ypbb

singkatan dari yayasan pengembangan biosains dan bioteknologi. ypbb membentuk “zero waste city” karena adanya banyak permasalahan-permasalahan sampah yang ada di indonesia. “zero waste city” adalah cara ypbb untuk:

  • membentuk sistem yang dapat dijalankan secara terus berkelanjutan, untuk mengatasi lebih baik permasalahan-permasalahan sampah yang ada di indonesia
  • membentuk kualitas hidup yang lebih tinggi. dengan mengatasi pemborosan, dan menghindari penggunaan sekali pakai

zero waste city

dimulainya program “zero waste city”

program zero waste city dimulai setelah terjadi peristiwa tpa leuwigajah. dimana pada saat itu tpa tersebut meledak, menyebabkan longsor ke lingkungan penduduk sekitar. bencana tersebut terjadi karena sampah-sampah di tpa leuwigajah yang sudah sangat menumpuk penuh.

peristiwa ini memakan korban jiwa sebanyak 157 orang.

dikarenakan peristiwa ini, ypbb membentuk program “zero waste city”, untuk mengatasi banyaknya jumlah sampah yang ada, dan menghindari percampuran pada jenis sampah yang dihasilkan, yang bisa menyebabkan berbagai macam kerugian untuk lingkungan sekitarnya.

inside, zero waste city

a. salah satu tujuan dibentuknya program “zero waste city” oleh ypbb adalah:

mengurangi budaya sekali pakai, contohnya pemakaian produk-produk berkemasan plastik, yang akhirnya hanya akan dibuang menjadi sampah yang tidak terurai. menumpuk.

b. mengatasi permasalahan sampah

  • mengenal permasalahan sampah

membuang sampah = memindahkan masalah

kita perlu mengetahui bahwa membuang sampah sebenarnya hanya memindahkan masalah persampahan.

maksudnya: kita membuang sampah-sampah yang ada di lingkungan kita, dengan itu akan membuat lingkungan bersih. lalu, sampah yang telah dibuang akan dipindahkan ke tps (tempat pembuangan sampah), lalu akhirnya dibuang ke tpa (tempat pembuangan akhir).

dengan memindahkan sampah-sampah, otomatis juga akan membuat lingkungan di sekitarnya terasa tidak nyaman, karena tumpukan sampah-sampah yang ada.

  • memilah jenis-jenis sampah

memilah/memisahkan jenis-jenis sampah yang berbeda, lalu membuang nya di tempat pembuangan nya masing-masing, adalah awalan yang paling penting.

dengan mulai memilah sampah di awal, kita sudah sangat membantu proses pengolahan sampah. salah satunya, kita sudah menghindari dampak-dampak buruk yang bisa diakibatkan oleh jenis-jenis sampah yang tercampur.

taman lansia

terletak di jl. jalaprang, sukaluyu, bandung,

taman lansia adalah salah satu media tempat yang ypbb telah sediakan untuk lingkungan sekitarnya.

ypbb telah menyediakan berbagai macam sarana menyangkut persampahan, salah satunya yaitu alat-alat untuk mengolah sampah organik, diantaranya ada bata terawang, dan lubang kompos.

disana terdapat banyak tanaman-tanaman yang dipajang, dan diletakkan dipinggiran jalanan taman. semua tanaman-tanaman itu dipupuki dengan hasil pengolahan sampah organik yang menjadi kompos/pupuk.

disana juga ada box berbentuk telephone booth yang berisi banyak buku-buku, disediakan untuk dibaca para pengunjung taman. ada juga saung yang bisa ditempati untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti beristirahat, baca buku, dan mengobrol.

cek taman lansia disini:

https://www.google.com/maps/place/Taman+Lansia+Jalaprang/@-6.897761,107.6306558,19z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2e68e7b0381022f9:0x6517b9deff5273e0!8m2!3d-6.897761!4d107.631203

organic market

ada banyak cara-cara untuk mengurangi budaya sekali pakai langsung buang. salah satunya yang telah ypbb sediakan adalah organic market.

disana ypbb menyediakan refill/isi ulang untuk berbagai macam produk-produk kebutuhan sehari-hari, seperti sabun mandi, sabun cuci alat makan, deterjen pakaian, dll.

pembeli hanya perlu membawa wadah untuk refill produk kebutuhan sehari-hari yang ingin dibeli.

dengan budaya refill, bisa mengurangi jumlah sampah, karena menghindari budaya sekali pakai, dengan cara memiliki wadah sendiri yang digunakkan berkelanjutan.

zwc

Posted in Uncategorized

zero waste, by zero waste adventurer

14-08-2019

hari ini di semi palar, kak siska nirmala, seorang zero waste adventurer, akan bercerita tentang pengalaman-pengalamannya bertualang dengan menerapkan “zero waste”.

setelah memperkenalkan dirinya dan bercerita sedikit bahwa dia adalah zero waste adventurer, kak siska menjelaskan..

apa itu “zero waste”?

“zero waste” -> 0 sampah

ya.. kalau di artikan secara simple, zero waste artinya menghasilkan 0 (nol) sampah.

pertama kali mendengarnya mungkin terasa tidak mungkin bisa menjalaninya, karena dengan banyaknya plastik yang kita perlukan dalam kehidupan sehari-hari.

contoh: makanan dalam kemasan, botol minuman instan, dll.

banyaknya sampah botol plastik yang dihasilkan
Image by Matthew Gollop from Pixabay

memang terkesan sangat praktis menggunakan produk-produk yang menggunakan plastik di dalam kehidupan sehari-hari. kepraktisannya, mudahnya dibawa-bawa juga sangat bermanfaat untuk kegiatan sehari-hari.

..tapi, juga ada dampak berkepanjangannya:

  • plastik akan menjadi sampah yang akan hanya dibuang (tidak bisa diurai), jika tidak terurai, bisa menjadi sampah-sampah yang menumpuk
  • keadaan yang ada sekarang, bahwa banyak tpa (tempat pembuangan akhir) yang overload/kepenuhan dengan sampah-sampah
  • dampak-dampak yang bisa mengenai makhluk hidup lain..
salah satu dampak sampah plastik pada kehidupan di laut..
Image by Pete Linforth from Pixabay

“zero waste” adalah salah satu cara untuk kita mengurangi penghasilan sampah.

contoh zero waste di kehidupan sehari-hari:

salah satu contoh ber-zero waste yang kak siska berikan adalah di lingkungan pasar, menghindari penggunaan plastik saat berbelanja dengan cara membawa kantong belanja sendiri.

tapi, ada penjual yang masih mengalami “shock culture”. dimana mereka menolak menaruh belanjaan-belanjaan di kantong belanja yang kita bawa sendiri, dan tetap menggunakan kantong plastik. karena, mereka beranggapan bahwa kantong belanja itu tidak kuat untuk ditaruh belanjaan-belanjaan yang berat dan banyak.

kesimpulan…

budaya zero waste memang tidak mudah, disebabkan dari faktor diri sendiri, juga orang lain.. dikarenakan juga kebiasaan-kebiasaan melibatkan plastik yang membuat segalanya praktis di dalam kehidupan sehari-hari.

dengan memulainya dari diri sendiri terlebih dahulu, menjalaninya secara konsisten, lama-kelamaan “efek domino” nya akan mempengaruhi kita, yang akhirnya bisa menjadi kebiasaan.

dengan zero waste, kita sudah membantu lingkungan kita mengurangi sampah dalam jumlah yang banyak.

  • bisa disebar luaskan, tapi baiknya kebiasaan ini kita mulai dari diri sendiri dulu.

kita juga bisa mencari refrensi cara menerapkan zero waste dalam kehidupan kita sehari-hari, bisa dengan cara:

  • mempelajarinya dari kegiatan sehari-hari/di sekitar kita,
  • mengenal lebih dalam tentang “zero waste”,
  • bahkan bisa juga mencari refrensi tentang zero waste dengan browsing.

thanks for reading (:

zero waste.