Posted in Uncategorized

Perbedaan Dalam 2 Tempat Belajar

Pembuka

Halo, yang lagi membaca! Sebelumnya perkenalkan, namaku Abrar. Tahun ini aku sedang berada di jenjang kelas 2 SMA, tempat belajarku saat ini bernama Rumah Belajar Semi Palar.

Sudah satu tahun lamanya aku belajar di Semi Palar, aku masuk sejak kelas 10 (1 SMA).

Dalam tulisan kali ini, aku ingin membagikan pengalamanku dalam belajar.

Aku merasa bahwa proses belajarku di sekolah dan di tempat seperti Rumah Belajar Semi Palar itu sangat berbeda. Banyak perbedaannya, ada yang unik, aneh, dan mungkin masih banyak lagi sampai aku sendiri jadi bingung.

Jadi, mari kita bahas semuanya kali ini!

Selamat membaca! (:

A journey of a thousand miles begins with a single step.

-Lao Tzu

Tempat belajar saat ini (2020)

Saat ini tempat belajarku berada di Rumah Belajar Semi Palar, jenjang KPB atau Kelompok Petualang Belajar.

Berdasarkan pengalamanku biasanya akan ada yang bertanya-tanya mengenai jenjang KPB ini, seperti: “Apaan tuh?” atau “Itu semacam sekolah alam, ya?”

KPB merupakan jenjang pendidikan yang setara dengan SMA (Sekolah Menengah Atas), cuma saja yang membedakannya dengan SMA adalah metode hingga kebiasaannya dalam belajar.

Sesuai dengan kepanjangannya, “Kelompok Petualang Belajar”, di sini kita berkegiatan dengan berkelompok. Walaupun anggota KPB biasanya tak terlalu banyak, seperti saat ini kelasku hanya memiliki 6 anggota. Tetapi dengan anggota di kelasku inilah kita belajar dan bertualang bersama.

Masuk ke kata kedua dalam singkatan KPB, yaitu “Petualang”. Selama belajar di KPB aku juga merasa bahwa di sini bukan cuma belajar tapi belajar sambil bertualang.

Posted in Uncategorized

Kelas Semesta: “Emotional Movement”

Sedikit “pembukaan”

Blog ini dituliskan pada 27 Februari 2020 dalam waktu 1 jam. Sekarang, jam 19:53 merupakan waktu aku mulai menuliskan blog ini dan akan langsung dipost setelahnya.

Mengapa aku menulis blog ini dengan waktu yang sangat singkat, itu karena aku ingin mencoba bagaimana rasanya menulis blog, mengetikannya dengan cara spontan menggunakan ingatan dan imaginasi membayangkan, merasakan kembali kejadian kelas semesta ini karena sangat menarik dan tak terlupakan untukku.

Maka dengan itu, sekarang aku langsung saja mulai bercerita ya. (:

Posted in Uncategorized

door to door strategy

Opening:

K10 Semi Palar melakukan kegiatan bersama YPBB lagi. Kali ini, kami menjalankan 2 kegiatan berbeda, yaitu DTDE (Door to door Education), lalu DTDC (Door to door Collection).

Lihat apa itu “YPBB” dan Nama kegiatan yang kami lakukan disini: #zerowastecity

Untuk apa kegiatan ini?

Kegiatan kami bersama YPBB ini ditujukan untuk menambah Pengetahuan dan Wawasan mengenai Pemilahan sampah, dan cara untuk mengedukasikannya ke masyarakat sekitar.

Dikarenakan kondisi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sekitar yang kritis, salah satu tujuan kegiatan ini adalah mengurangi jumlah pemasukan sampah menuju TPA.

23 Oktober 2019

DTDE (Door to door Education)

Door to Door Education adalah kegiatan dimana kami dan YPBB mengunjungi satu per satu rumah warga sekitar untuk memberi edukasi tentang Pemilahan sampah, dan menghimbau untuk mulai melakukannya.

Kali ini, kami menjalankan DTDE dengan cara memecahkan menjadi 2 Kelompok, berpencar untuk usaha mendapatkan banyak jumlah rumah yang telah teredukasi.

Door to door Educating

Di Kelompokku, aku berperan sebagai Si Pencatat Data, dan Si Penjelas.

Ya, aku juga ikut berpartisipasi dalam bidang yang menjelaskan ke para warga, dan menurutku ini adalah pengalaman yang sangat berarti dan penuh pembelajaran. Bersama, kita bisa mengedukasikan, sekaligus memperluas wawasan dan pembelajaran mengenai permasalahan-permasalahan sampah di sekitar kita.

Caranya pun bisa dibilang simple. Disini kita hanya perlu menjelaskan mengenai Pemilahan sampah dan cara melakukannya.

Tetapi, menjalankan kegiatan ini ternyata tidak se-simple yang dikirakan. Kami perlu bisa menjelaskan dengan jelas kepada warga dan dengan isi penjelasan yang tepat, agar apa yang disampaikan bisa tersampaikan dengan baik.

Bagaimana cara kita melakukannya?

Pertama, pastinya kami menuju ke rumah warga, memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan kami disini.

Lalu, kami menjelaskan hal-hal mengenai jenis-jenis sampah, dan pemilahannya. Kami juga tidak lupa untuk menjelaskan alasan mengapa perlu mulai pemilahan sampah, salah satunya yaitu sebagai usaha mengurangi jumlah pemasukan sampah ke dalam TPA yang sekarang kondisinya sudah kritis. Pastinya juga agar lingkungan sekitar selalu bersih, rapih, dan lestari.

Stiker Penanda Door to door

Setelah mengedukasi dan menghimbau mengenai pemilahan sampah, langkah terakhir, kami menempelkan sebuah Stiker Penanda, bahwa rumah tersebut telah mendapat edukasi mengenai Pemilahan sampah dan cara melakukannya.

Setelah Education, step selanjutnya adalah Memonitor, yaitu dalam kegiatan DTDC.

31 Oktober 2019

DTDC (Door to Door Collection)

Door to door Collection adalah langkah lanjutan dari Door to door Education, yaitu memonitor perkembangan pemilahan sampah dalam lingkungan warga sekitar.

Kegiatan DTDC dilakukan untuk Memonitor perkembangan Pemilahan sampah pada warga sekitar di rumahnya masing-masing. Tentunya rumah warga yang kami kunjungi untuk dimonitor Perkembangannya sudah dilakukan pengedukasian (DTDE) terlebih dahulu.

Bagaimana cara kami melakukannya?

Pertama, kami mengunjungi rumah warga yang sudah ditempelkan Stiker Penanda untuk melakukan Monitoring pada Perkembangan pemilahan sampah. Lalu, kami menginformasikan kembali bahwa tujuan kami disini yaitu untuk Memonitor perkembangan pada pemilahan sampah.

Setelah menjelaskan maksud kunjungan, kami masuk ke dalam rumah, menuju ke tempat dimana sampah-sampah dibuang. Kebanyakan warga meletakkan tempat untuk sampah-sampahnya pada dapur rumahnya.

Beberapa warga meletakkan tempat sampahnya di luar rumah. Jadi, misalkan pemilik rumah sedang tidak ada saat kami kunjungi rumahnya, Monitoring masih bisa dilakukan.

Monitoring pemilahan sampah
yang terletak di luar rumah

Jika pemilik rumah sedang tidak ada dan tempat sampahnya diletakkan di dalam rumah, maka kami mencatat Status rumah tersebut sebagai (-)/belum bisa dimonitor, dan melanjutkan Monitoring ke rumah warga lainnya.

Kesimpulannya..

Sangat banyak pengalaman dan pembelajaran yang telah kudapat dari kegiatan-kegiatan ini.

Mulai dari banyaknya warga, beberapa sudah melakukan pemilahan dengan baik dan tepat, beberapa sudah melakukannya tetapi caranya masih belum tepat, dan beberapa yang masih belum melakukannya.

Beberapa Poin-poin pengalaman:

  • Alasan yang paling sering muncul saat kami menanyakan kepada warga yang belum melakukan pemilahan sampah mengapa belum melakukannya adalah karena tidak memiliki ember/wadah.
  • Jawaban untuk permasalahan di atas sebenarnya cukup simple. Karena selain ember, wadah lainnya seperti ember bekas cat dinding, kaleng kue, dan sebagainya pun juga bisa digunakan sebagai wadah untuk sampah-sampah yang dimasukan ke dalam kantong plastik.

Kesimpulannya, membuat suatu perubahan dari sebuah kebiasaan lama memang tidaklah mudah, mengapa? Karena sudah menjadi suatu hal yang namanya Kebiasaan.

Tapi, jika Perubahan tersebut memiliki solusi yang tepat dan baik untuk kebiasaan lama yang memiliki dampak berkepanjangan negatif seperti sampah, perubahan tersebut bisa dilakukan demi kondisi di masa depan yang tetap lestari.

Sebuah perubahan pun selalu bisa dimulai dari lingkungan kita, dan dari diri sendiri, sebelum menuju ke dalam lingkungan lain.

sayonara

(;

Posted in Uncategorized

zwc, zero waste city

24 September 2019

pada hari ini, menuju kantor ypbb di bandung, mencari informasi lebih lanjut mengenai program “zero waste city” yang ypbb bentuk.

ypbb

singkatan dari yayasan pengembangan biosains dan bioteknologi. ypbb membentuk “zero waste city” karena adanya banyak permasalahan-permasalahan sampah yang ada di indonesia. “zero waste city” adalah cara ypbb untuk:

  • membentuk sistem yang dapat dijalankan secara terus berkelanjutan, untuk mengatasi lebih baik permasalahan-permasalahan sampah yang ada di indonesia
  • membentuk kualitas hidup yang lebih tinggi. dengan mengatasi pemborosan, dan menghindari penggunaan sekali pakai

zero waste city

dimulainya program “zero waste city”

program zero waste city dimulai setelah terjadi peristiwa tpa leuwigajah. dimana pada saat itu tpa tersebut meledak, menyebabkan longsor ke lingkungan penduduk sekitar. bencana tersebut terjadi karena sampah-sampah di tpa leuwigajah yang sudah sangat menumpuk penuh.

peristiwa ini memakan korban jiwa sebanyak 157 orang.

dikarenakan peristiwa ini, ypbb membentuk program “zero waste city”, untuk mengatasi banyaknya jumlah sampah yang ada, dan menghindari percampuran pada jenis sampah yang dihasilkan, yang bisa menyebabkan berbagai macam kerugian untuk lingkungan sekitarnya.

inside, zero waste city

a. salah satu tujuan dibentuknya program “zero waste city” oleh ypbb adalah:

mengurangi budaya sekali pakai, contohnya pemakaian produk-produk berkemasan plastik, yang akhirnya hanya akan dibuang menjadi sampah yang tidak terurai. menumpuk.

b. mengatasi permasalahan sampah

  • mengenal permasalahan sampah

membuang sampah = memindahkan masalah

kita perlu mengetahui bahwa membuang sampah sebenarnya hanya memindahkan masalah persampahan.

maksudnya: kita membuang sampah-sampah yang ada di lingkungan kita, dengan itu akan membuat lingkungan bersih. lalu, sampah yang telah dibuang akan dipindahkan ke tps (tempat pembuangan sampah), lalu akhirnya dibuang ke tpa (tempat pembuangan akhir).

dengan memindahkan sampah-sampah, otomatis juga akan membuat lingkungan di sekitarnya terasa tidak nyaman, karena tumpukan sampah-sampah yang ada.

  • memilah jenis-jenis sampah

memilah/memisahkan jenis-jenis sampah yang berbeda, lalu membuang nya di tempat pembuangan nya masing-masing, adalah awalan yang paling penting.

dengan mulai memilah sampah di awal, kita sudah sangat membantu proses pengolahan sampah. salah satunya, kita sudah menghindari dampak-dampak buruk yang bisa diakibatkan oleh jenis-jenis sampah yang tercampur.

taman lansia

terletak di jl. jalaprang, sukaluyu, bandung,

taman lansia adalah salah satu media tempat yang ypbb telah sediakan untuk lingkungan sekitarnya.

ypbb telah menyediakan berbagai macam sarana menyangkut persampahan, salah satunya yaitu alat-alat untuk mengolah sampah organik, diantaranya ada bata terawang, dan lubang kompos.

disana terdapat banyak tanaman-tanaman yang dipajang, dan diletakkan dipinggiran jalanan taman. semua tanaman-tanaman itu dipupuki dengan hasil pengolahan sampah organik yang menjadi kompos/pupuk.

disana juga ada box berbentuk telephone booth yang berisi banyak buku-buku, disediakan untuk dibaca para pengunjung taman. ada juga saung yang bisa ditempati untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti beristirahat, baca buku, dan mengobrol.

cek taman lansia disini:

https://www.google.com/maps/place/Taman+Lansia+Jalaprang/@-6.897761,107.6306558,19z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2e68e7b0381022f9:0x6517b9deff5273e0!8m2!3d-6.897761!4d107.631203

organic market

ada banyak cara-cara untuk mengurangi budaya sekali pakai langsung buang. salah satunya yang telah ypbb sediakan adalah organic market.

disana ypbb menyediakan refill/isi ulang untuk berbagai macam produk-produk kebutuhan sehari-hari, seperti sabun mandi, sabun cuci alat makan, deterjen pakaian, dll.

pembeli hanya perlu membawa wadah untuk refill produk kebutuhan sehari-hari yang ingin dibeli.

dengan budaya refill, bisa mengurangi jumlah sampah, karena menghindari budaya sekali pakai, dengan cara memiliki wadah sendiri yang digunakkan berkelanjutan.

zwc

Posted in Uncategorized

zero waste, by zero waste adventurer

14-08-2019

hari ini di semi palar, kak siska nirmala, seorang zero waste adventurer, akan bercerita tentang pengalaman-pengalamannya bertualang dengan menerapkan “zero waste”.

setelah memperkenalkan dirinya dan bercerita sedikit bahwa dia adalah zero waste adventurer, kak siska menjelaskan..

apa itu “zero waste”?

“zero waste” -> 0 sampah

ya.. kalau di artikan secara simple, zero waste artinya menghasilkan 0 (nol) sampah.

pertama kali mendengarnya mungkin terasa tidak mungkin bisa menjalaninya, karena dengan banyaknya plastik yang kita perlukan dalam kehidupan sehari-hari.

contoh: makanan dalam kemasan, botol minuman instan, dll.

banyaknya sampah botol plastik yang dihasilkan
Image by Matthew Gollop from Pixabay

memang terkesan sangat praktis menggunakan produk-produk yang menggunakan plastik di dalam kehidupan sehari-hari. kepraktisannya, mudahnya dibawa-bawa juga sangat bermanfaat untuk kegiatan sehari-hari.

..tapi, juga ada dampak berkepanjangannya:

  • plastik akan menjadi sampah yang akan hanya dibuang (tidak bisa diurai), jika tidak terurai, bisa menjadi sampah-sampah yang menumpuk
  • keadaan yang ada sekarang, bahwa banyak tpa (tempat pembuangan akhir) yang overload/kepenuhan dengan sampah-sampah
  • dampak-dampak yang bisa mengenai makhluk hidup lain..
salah satu dampak sampah plastik pada kehidupan di laut..
Image by Pete Linforth from Pixabay

“zero waste” adalah salah satu cara untuk kita mengurangi penghasilan sampah.

contoh zero waste di kehidupan sehari-hari:

salah satu contoh ber-zero waste yang kak siska berikan adalah di lingkungan pasar, menghindari penggunaan plastik saat berbelanja dengan cara membawa kantong belanja sendiri.

tapi, ada penjual yang masih mengalami “shock culture”. dimana mereka menolak menaruh belanjaan-belanjaan di kantong belanja yang kita bawa sendiri, dan tetap menggunakan kantong plastik. karena, mereka beranggapan bahwa kantong belanja itu tidak kuat untuk ditaruh belanjaan-belanjaan yang berat dan banyak.

kesimpulan…

budaya zero waste memang tidak mudah, disebabkan dari faktor diri sendiri, juga orang lain.. dikarenakan juga kebiasaan-kebiasaan melibatkan plastik yang membuat segalanya praktis di dalam kehidupan sehari-hari.

dengan memulainya dari diri sendiri terlebih dahulu, menjalaninya secara konsisten, lama-kelamaan “efek domino” nya akan mempengaruhi kita, yang akhirnya bisa menjadi kebiasaan.

dengan zero waste, kita sudah membantu lingkungan kita mengurangi sampah dalam jumlah yang banyak.

  • bisa disebar luaskan, tapi baiknya kebiasaan ini kita mulai dari diri sendiri dulu.

kita juga bisa mencari refrensi cara menerapkan zero waste dalam kehidupan kita sehari-hari, bisa dengan cara:

  • mempelajarinya dari kegiatan sehari-hari/di sekitar kita,
  • mengenal lebih dalam tentang “zero waste”,
  • bahkan bisa juga mencari refrensi tentang zero waste dengan browsing.

thanks for reading (:

zero waste.

Posted in Uncategorized

my art project @ school

“my art project” kali ini adalah: cerpen dan manga illustration.

selamat membaca (:

——

manga..

alasan ku memilih manga, karena art style mereka sangat berkarakter, unik, dan hasil yang dibuat dengan style ini selalu membawakan feel yang tepat/baik terhadap gambaran yang dibawakan, seperti ilustrasi, gambar karakter, dan lain-lain.

karakter-karakter anime/manga

cerpen…

di art project kali ini, aku memutuskan untuk menggabungkan manga dengan cerpen.

cerpen di pengertian ku adalah sebuah cerita pendek yang padat, dan langsung to-the-point… — dan aku pun masih perlu memperbanyak research untuk lebih mengenal dan memahami lebih tentang “cerpen”.

“anime girl illustration”

——

my story

aku sudah menyukai anime dan manga dalam waktu yang lama, karena keunikan, hasil seni yang mereka bawakan (selalu ada feel yang kuat), dan bebagai hal-hal lain di dalamnya…

akhirnya, aku memutuskan untuk menjadikan kesukaan ku itu menjadi sebuah kemampuan yang ingin ku tingkatkan, yang sekarang ku harapkan bisa menjadi sebuah bakat.

dengan mempelajari dengan cara: research, character profiling, watching, drawing, dan lain-lain.

maka dengan itu untuk melatih kemampuan ini, di proyek seni kali ini aku akan memilih manga sebagai patokan utamanya. Agar aku bisa melatih/meningkatkan kemampuan menggambar manga, membuat karakter, dan menyusun cerita.

——

ok, sekarang kembali lagi ke “my art project @ school”

sekarang aku akan menuliskan alasan kenapa aku menggabungkan kedua elemen seni ini, dan target yang ingin ku capai di proyek seni ini.

alasan

menurut ku dengan adanya cerpen: sebuah cerita pendek yang padat, digabungkan dengan sebuah ilustrasi manga yang menyesuaikan isi si cerita pendek, akan membuat sebuah karya seni yang hidup (mempunyai feel yang kuat).

target

target ku disini adalah membuat cerita pendek dengan isi yang padat juga mudah dimengerti oleh para pembaca, dan sebuah ilustrasi manga yang sesuai dengan isi cerpen

(yang bahkan bisa menciptakan klimaks pada akhirnya).